![]() |
| Peringatan Hari Santri Nasional di Bancak |
Panas terik mentari tidak
menyurutkan warga sembilan desa di kecamatan Bancak untuk memeriahkan Hari
Santri Nasional. Peringatan yang dilakukan pada hari Ahad pagi, 21 Oktober 2019,
diwakili seluruh desa di kecamatan Bancak.
Perwakilan warga untuk merayakan
Hari Santri, dilakukan dengan pawai dari dusun Kemiri yang terletak di desa
Boto, sampai ke kantor NU di Krasak. Arak-arakan memanjang seperti gerbong
kereta yang tak putus-putusnya. Riak-riak bahagaia terpancar dari para
wajah-wajah peserta, bercampur dengan keringat yang meleleh.
![]() |
| Merah Putih yang berukuran besar dan panjang turut menghiasi perayaan HSN |
Deru irama musik gending serta
drumband dari santri-santri kecil turut membuat suasana kian ramai dan meriah. Rombongan
berseragam dan tak berseragam, berbaris rapi dan tak rapi, seakan menandakan
keberagaman yang tetap berada di bawah payung persatuan. Guyub, rukun, damai,
dan bahagia!
Panas yang menyala tak membuat
semangat merayakan Hari Santri Nasional meredup.
Apalagi dengan mengusung tema “Bersama
Santri Damailah Negeri”, para santri di wilayah kecamatan Bancak seakan turut
serta berpartisipasi untuk meneduhkan kembali Indonesia yang sedang gerah
karena kepentingan politik partisan. Perayaan Hari Santri di kecamatan Bancak,
adalah ajakan dan sekaligus artikulasi keindonesiaan yang tetap merangkul
segala jenis perbedaan.
![]() |
| Pak Camat Petrus Triyono memberikan sambutan |
Seperti yang dituturkan oleh Bapak
Petrus Triyono, camat Bancak dalam sambutannya, “Santri adalah perekat
Indonesia. Kalau santri kuat, Indonesia juga kuat. Kita kuat bukan karena
seragam tapi kita kuat karena kita beragam.”
Dalam sambutannya, camat
kecamatan Bancak tersebut juga mengajak kepada seluruh hadirin, termasuk juga
warga seluruh kecamatan Bancak, agar mempererat tali ukhuwah islamiyyah,
menjaga diri agar tidak terlarut politisasi SARA dalam gejolak politik yang
panas, dan selalu menjaga masyarakat hingga tetap dalam kondisi yang kondusif,
agar bangsa Indonesia senantiasa damai.
Pengawasan Melekat
Dalam perayaan Hari Santri
Nasional yang berlangsung meriah tersebut, Panwascam Bancak, juga ikut aktif
dalam pengawasan. Diwakili oleh personelnya yang berjenggot tipis, Mas Slamet
Riyadi, Panwascam Bancak melakukan pengawasan melekat untuk mengantisipasi
jangan sampai perayaan Hari Santri Nasional berubah menjadi ajang kampanye oleh
politisi.
![]() |
| Mas Slamet Riyadi dari Panwascam Bancak turut hadir dalam perayaan Hari Santri Nasional |
Terlihat juga para PPD sebagai
pengawas desa, sebagai petugas penjaga demokrasi terbawah, turut hadir dalam
pengawasan acara Hari Santri Nasional. Ada PPD desa Boto Pak Binuri, PPD Bantal
Mas Miftah, dan PPD Jlumpang, Dik Priyadi yang masih tetap setia beridentitas
jomblo fisabilillah.
Meskipun hari libur dan kondisi
cuaca yang panas karena hujan belum juga turun, Panwascam Bancak tetap bertugas
melakukan pengawasan dalam acara yang melibatkan banyak warga tersebut.
Seperti diketahui, mobilisasi
masyarakat yang melibatkan banyak warga, bisa menjadi kesempatan empuk bagi
politisi untuk turut nebeng mencari
untung. Entah itu kampanye secara terbuka atau secara slinthutan. Karena itu, Panwascam Bancak tetap hadir untuk ikut
menjadi bagian kecil yang menjaga proses demokrasi Indonesia di tahun politik
yang panas.




Komentar
Posting Komentar