![]() |
| Gambar: indopolitika.com |
Sebagai tahun politik, 2018 pasti
akan babak belur. Jidatnya akan terluka, matanya akan meleleh, pipinya akan
lebam, tubuhnya akan membiru karena pukulan dan pancalan. Segala strategi pemenangan oleh tim sukses, akan mewarnai
2018 menjadi keruh dan tak sebening mata Isyana Sarasvati.
Paling tidak, segala cara akan
dilakukan dan dipikir masak-masak. Entah itu isu SARAS 008, eh, SARA ding, atau juga politik uang. Dua isu ini tidak hanya Pak-aya,
Bu-aya, tapi Mbah-haya. Dua isu ini Mbahaya, karena bakal menghancurkan
keharmonisan ranjang, keseimbangan hubungan pacar dan relasi pertemanan, juga
kerukunan dalam bertetangga dan berbisnis kue-kue lebaran.
Pokoknya dua hal ini, SARA dan
politik uang, adalah cara paling busuk bin
bahlul yang ditempuh oleh politisi
dalam ambisinya meraih kekuasaan. Paliiiiiing
busuk dan bahlul! Sialnya, politik
uang ini amat sangat sulit sekali dimusnahkan dari muka bumi.
Meski menggunakan jurus Pukulan
Matahari dari Wiro Sableng, politik uang akan tetap ada dan sulit untuk
dikuburkan.
Lalu bagaimana cara pemilih
pemula bersikap jika terjadi politik uang menimpanya, berhadapan dengannya, mak bedunduk njedhul di depan mukanya?
Pemilih pemula itu kan biasanya masih unyu-unyu, kinyis-kinyis, dan pengalaman dalam jagat kanibalisme
politik masih minim. Jadi, jika menghadapi sodoran uang atau barang dari salah
satu tim sukses partai, Cagub/Caleg, dan bingung mau menolak karena pekewuh (lha
tim suksesnya itu sedulur dhewe, atau konco dhewe), berikut ada tipsnya.
Barangkali ampuh.
1.
Lebih Butuh
Perhatian
Jika salah
seorang tim sukses datang menemuimu, duduk dan bersanding, ngajak ngobrol lalu kemudian membahas tentang cagub/caleg dan
mempengaruhimu dengan mengiming-imingi uang, tolak dengan santun.
Sambil
tersenyum, bilang saja begini:
“Aku itu nggak butuh uangmu. Aku itu butuhnya
perhatianmu”.
Lalu
pura-puralah ngambek dan pergi dengan
langkah manja.
2.
The Power of
Mplêngèh
Jangan
sepelekan mplêngèh, atau senyum atau klenyam-klenyem. Kekuatan mplêngèh itu ampuh lho.
Jadi kalau
kamu ditawari uang untuk memilih Cagub/Caleg oleh tim sukses yang datang ke
rumahmu, ya itu, jawab saja dengan mplêngèh
lalu gelengkan kepalamu.
Habis itu,
ajaklah ngobrol di luar topik politik,
misalnya kenapa gaya rambut Kim Jong Un itu aneh, atau bagaimana panen musim
ini, atau kalau dia punya anak perempuan cantik atau anak lelaki cakep
seumuranmu, tanyakan saja kabarnya bagaimana, begitu.
3.
Pendekar
![]() |
| Gambar: deviantart.net |
Namanya tim
sukses, adalah tim yang disusun untuk mensukseskan kemenangan calon yang
diusungnya. Dan tim itu tidak akan menyerah begitu saja untuk membeli suaramu
dalam Pemilu/Pilkada. Apalagi kamu adalah pemilih baru, pemilih pemula. Pasti
jadi sasaran dan dianggap masih “hijau” dalam jagat politik praktis.
Tapi kalau
kamu adalah warga Indonesia yang bangga dengan segala perjuangan pahlawanmu,
maka kamu mestinya menolak politik uang. Jangan terus-menerus mewarisi mental
bangsa terjajah dengan menerima pemberian-pemberian yang disisipi pamrih.
Jadilah
manusia merdeka seperti Pendekar. Mrono-mrene
dhewekan wani, independen, tidak bisa diintervensi oleh apapun dan selalu
tergerak jika terjadi kemungkaran seperti politik uang.
Jadi kalau
dikasih uang, bilang saja sambil senyum: “Aku ki Pendekar. Aku isoh golek duit dhewe, ora sah pok wenehi”.
Tips nomor
tiga ini memang agak radikal. Jadi tidak terlalu direkomendasikan. Usahakan
menolak dengan santun, kalau perlu jelaskan regulasi yang melarang politik
uang.




Komentar
Posting Komentar