Gerakan Coklit serentak pada 20
Januari 2018, dapat dikatakan sebuah gelombang awal di tahun politik 2018. KPU
RI sebagai penyelenggara Pemilu, memberi instruksi kepada petugasnya dari pusat hingga paling ndlesep, ke seluruh desa-desa yang
nantinya akan menggelar pilkada serentak.
Gelombang awal ini terlihat
gigantis, karena melibatkan 7 komisioner KPU pusat, 155 komisioner tingkat
provinsi, 1.905 komisioner kabupaten/kota, 27.820 PPK, 193.602 PPS, serta
385.791 petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP (tempo.co, 20/1/18).
Jadi kalau ditotal, ada 609.280
petugas KPU yang bergerak pada saat bersamaan di tanggal 20 Januari 2018.
![]() |
| Apel Petugas PPDP didampingi PPK dan Panwas Desa Wonokerto |
Ini belum lagi ditambah dengan
penyelenggara Pemilu lain, yakni Bawaslu. Bawalsu juga menggerakkan petugasnya
hingga tingkat terbawah, yakni para pengawas kecamatan, serta pengawas desa,
atau yang dahulu biasa disebut PPL.
Tiap desa, terdapat satu petugas
PPL yang mengawasi Gerakan Coklit PPDP. Terdapat 64.534 desa, yang itu berarti
sejumlah dengan petugas pengawas desa. Ratusan ribu orang ini, bergerak dengan
mimpi untuk menuntun demokrasi Indonesia agar lebih dewasa dan semakin matang.
![]() |
| Penempelan Stiker Tanda Warga Sudah Di Coklit PPDP di Salah satu rumah Warga Kecamatan Bancak |
Kecamatan Bancak, juga turut
serta terlibat dalam Gerakan Coklit. Sedari pagi, ketika langit mendung dan
mentari mencoba menembus awan-awan yang menutupi sinarnya, para petugas PPDP
tiap desa telah melakukan apel sebelum melakukan Coklit. Didampingi oleh
PPK, juga para petugas pengawas pemilu desa.
9 desa di kecamatan Bancak secara
hampir serentak dilakukan Coklit oleh para petugas PPDP. Di awasi oleh para
PPL, petugas PPDP melakukan tugasnya dengan mendatangi rumah-rumah penduduk,
dari pintu ke pintu. Mereka melakukan pencocokan dan penelitian dan para
petugas panwas desa melihat serta mengawasi para petugas PPDP.



Komentar
Posting Komentar